top of page

The Renewable Energy Group

Public·2 members
Richard Isaev
Richard Isaev

Sundanese Friendship Drama Scripts for 5 People: A Guide for Beginners

Contoh Naskah Drama Sunda 5 Orang Tema Persahabatanl

If you are looking for a Sundanese drama script for 5 people with a friendship theme, you have come to the right place. In this article, we will share some examples of Sundanese drama scripts that you can use as references or inspiration for your own drama. Sundanese drama is a form of theatrical performance that uses the Sundanese language and culture as its main elements. Sundanese drama can be used to express various messages, such as moral values, social issues, historical events, or simply entertainment. Sundanese drama can also help you learn more about the Sundanese culture and language, which is one of the regional languages in Indonesia.

Contoh Naskah Drama Sunda 5 Orang Tema Persahabatanl


What is Sundanese Drama?

Sundanese drama is a type of drama that originated from the Sundanese people, who live mainly in the western part of Java island in Indonesia. Sundanese drama has a long history and tradition, dating back to the ancient kingdoms of Sunda and Pajajaran. Sundanese drama was influenced by various sources, such as Hindu-Buddhist epics, Islamic stories, folk tales, and colonial literature. Sundanese drama can be performed in various settings, such as on stage, in open-air spaces, or on television and radio. Sundanese drama can also be categorized into different genres, such as comedy, tragedy, romance, or satire.

How to Write a Sundanese Drama Script?

Writing a Sundanese drama script is not too different from writing any other drama script. You need to have a clear idea of what you want to convey with your drama, and then create a plot, characters, dialogues, and stage directions that support your idea. Here are some steps that you can follow to write a Sundanese drama script:

  • Choose a theme for your drama. A theme is the main idea or message that you want to communicate with your audience. For example, if you want to write a drama about friendship, your theme could be "Friendship is more valuable than money" or "Friendship can overcome any obstacle".

  • Create a plot for your drama. A plot is the sequence of events that happen in your drama. You need to have a beginning, a middle, and an end for your plot. You also need to have a conflict and a resolution for your plot. A conflict is the problem or challenge that the characters face in your drama. A resolution is how the characters solve or overcome the conflict. For example, if you want to write a drama about friendship, your plot could be something like this: "Five friends decide to go on a camping trip together. However, they encounter various difficulties along the way, such as getting lost, running out of food and water, and being attacked by wild animals. They also have arguments and misunderstandings among themselves. In the end, they manage to survive and reach their destination safely. They also realize how much they value each other's friendship and apologize for their mistakes."

  • Create characters for your drama. Characters are the people who participate in your drama. You need to have at least one main character and several supporting characters for your drama. You also need to give each character a name, a personality, a background story, and a motivation. A personality is how the character behaves and speaks in your drama. A background story is the history and experiences that shape the character's personality and motivation. A motivation is what the character wants or needs in your drama. For example, if you want to write a drama about friendship, your characters could be something like this: "Adi is the main character of the drama. He is a cheerful and friendly boy who loves nature and adventure. He comes from a poor family and works part-time as a newspaper delivery boy. His motivation is to have fun with his friends and escape from his problems at home. Banu is one of Adi's friends. He is a smart and calm boy who likes reading and studying. He comes from a rich family and has everything he needs. His motivation is to learn new things and explore new places with his friends. Budi is another one of Adi's friends. He is a funny and witty boy who likes making jokes and pranks. He comes from an average family and has a good sense of humor. His motivation is to entertain his friends and make them laugh."

  • Create dialogues for your drama. Dialogues are the words that the characters say to each other or to themselves in your drama. You need to write dialogues that match the personality and motivation of each character. You also need to write dialogues that move the plot forward and reveal the conflict and resolution of your drama. You also need to use the Sundanese language for your dialogues, which is different from the standard Indonesian language in terms of vocabulary, grammar, pronunciation, and intonation.

  • Create stage directions for your drama. Stage directions are the instructions that tell how the characters move and act on stage in your drama. You need to write stage directions that describe the setting, the props, the lighting, the sound effects, and the emotions of each scene in your drama.

Examples of Sundanese Drama Scripts

To give you some ideas of how a Sundanese drama script looks like, here are some examples that we found online . You can use them as references or inspiration for your own drama.

Example 1: Friendship Drama Script for 5 People

Narrator: Yubi dan Sonny adalah sahabat baik sejak kecil tapi suatu hari ketika keluarga Sonny jatuh miskin Yubi tidak mau lagi bersahabat dengan Sonny Saat Yubi Sonny Chika Silvi dan Tyas sedang bersih-bersih kelas sebelum pulang Sonny meminta bantuan Yubi tapi Yubi malah menghina Sonny

Sonny: Yub bisakah kamu menolongku untuk menggeser meja ini?

Yubi: Apa? Menolongmu? Kamu pikir kamu itu siapa?

Sonny: Ada apa denganmu Yub? Bukankah kita sahabat? Apa kamu sudah lupa?

Yubi: Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti kamu yang miskin Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya

Tyas: Kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah

Sonny: Tidak ada apa-apa Kita berdua baik-baik saja Ya kan Yubi?

Yubi: Baik-baik saja? Tadi anak miskin ini meminta bantuan ke aku Tapi sayang aku tidak ingin membantu orang seperti dia Mana dia mengaku jadi sahabat aku lagi Eww (Sonny pun pergi karena mendengar perkataan Yubi seperti itu)

Tyas: Jangan begitu Yub Bukannya kamu dan Sonny memang bersahabat dari kecil? Masa karena sekarang Sonny dan keluarganya jatuh miskin kamu tidak mau lagi bersahabat dengannya? Bukannya saat-saat seperti ini kamu bisa tunjukkan ke dia kalau kamu memang sahabatnya Bukan malah meninggalkannya

Chika: Betul kata Tyas Seharusnya kamu sekarang mendukung dia bukan menghina dia seperti itu Kasihan Sonny

Silvi: Betul itu Sahabat seperti apa kamu ini?

Yubi: Kalian pikir siapa kalian yang berani menasehatiku? Terserah aku mau berbuat apa Urus saja diri kalian

Silvi: Kita bukannya bermaksud menasehati kamu Tapi kita tidak mau persahabatan kamu dan Sonny berakhir seperti ini

Yubi: Aargh itu bukan urusan kalian (Yubi pun langsung pulang)

Chika selama: Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Sonny Bukankah dulu dia yang selalu saja membela Sonny ketika ada masalah?

Tyas: Itu hanya dia yang tahu Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu Yubi hanya mau berteman dengan orang yang kaya

Chika: Pantas saja

Silvi: Pantas apanya?

Tyas: Sudahlah jangan dibahas lagi lebih baik kita pulang saja

Chika: Betul itu

Silvi: Lets go

Narrator: Keesokan harinya mereka kembali masuk sekolah seperti biasa tetapi tidak dengan Sonny Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut Pada akhirnya ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan ke sekolah dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan Sonny di pinggir jalan yang sedang mencari kardus-kardus

Tyas: Hey bukannya itu Sonny?

Chika: Iya benar itu Son

Yubi: Apa? Itu Sonny? Apa yang dia lakukan di sana?

Chika: Dia sedang mencari kardus-kardus. Mungkin dia mau menjualnya untuk mendapatkan uang.

Silvi: Kasihan sekali Sonny. Dia pasti tidak bisa masuk sekolah karena tidak punya uang untuk membayar SPP dan biaya lainnya.

Tyas: Ayo kita ke sana dan menanyakan keadaannya. Mungkin kita bisa membantunya.

Yubi: Apa? Kita mau ke sana? Tidak mau ah. Aku tidak mau dekat-dekat dengan orang miskin seperti dia. Ayo kita pergi saja.

Tyas: Yub, jangan begitu dong. Dia kan teman kita. Kita harus saling membantu dan menyayangi sesama teman.

Yubi: Teman? Dia bukan teman aku. Dia hanya orang asing yang tidak penting bagiku. Ayo kita pergi saja. (Yubi pun berjalan meninggalkan mereka)

Chika: Yub, tunggu! (Chika pun berusaha mengejar Yubi)

Silvi: Chika, biarkan saja dia pergi. Dia tidak akan mengerti perasaan Sonny. Ayo kita ke sana dan menemui Sonny. (Silvi pun menarik tangan Tyas dan berjalan menuju Sonny)

Tyas: Iya, ayo kita ke sana.

Narrator: Mereka pun berjalan menuju Sonny yang sedang sibuk mencari kardus-kardus di pinggir jalan. Mereka menyapa Sonny dengan ramah dan menanyakan keadaannya.

Tyas: Hai Sonny, apa kabar?

Sonny: Oh, hai Tyas, Silvi. Apa kabar kalian?

Silvi: Kami baik-baik saja. Kamu gimana? Kok sudah lama tidak masuk sekolah?

Sonny: Aku juga baik-baik saja kok. Aku tidak masuk sekolah karena aku harus membantu keluargaku mencari uang untuk makan dan bayar hutang.

Tyas: Wah, kasihan sekali kamu Sonny. Apa yang terjadi dengan keluargamu?

Sonny: Keluargaku jatuh miskin karena ayahku kehilangan pekerjaannya dan ibuku sakit-sakitan. Kami harus menjual rumah kami dan tinggal di gubuk yang sempit dan kotor ini. Aku juga harus berhenti sekolah karena tidak punya uang untuk membayar SPP dan biaya lainnya.

Silvi: Ya ampun, itu sangat menyedihkan Sonny. Kami turut berduka atas nasibmu.

Sonny: Terima kasih atas simpati kalian. Tapi aku tidak mau menyerah begitu saja. Aku masih punya mimpi untuk menjadi orang sukses dan membahagiakan keluargaku. Aku akan terus bekerja keras dan belajar sebisa mungkin.

Tyas: Kamu sangat hebat Sonny. Kamu memiliki semangat yang kuat dan pantang menyerah. Kami bangga padamu.

Silvi: Kami juga ingin membantumu Sonny. Apa yang bisa kami lakukan untukmu?

Sonny: Terima kasih atas tawaran kalian. Tapi aku tidak mau merepotkan kalian. Aku bisa mengurus diriku sendiri.

Tyas: Jangan bilang begitu Sonny. Kami adalah temanmu. Kami ingin membantumu karena kami sayang padamu.

Silvi: Betul itu Sonny. Kami akan selalu ada untukmu. Jangan ragu untuk meminta bantuan kami jika kamu membutuhkannya.

Narrator: Sonny pun tersentuh oleh ucapan Tyas dan Silvi. Dia merasa beruntung masih memiliki teman-teman yang baik dan setia. Dia pun menerima bantuan mereka dengan senang hati. Mereka pun berjanji untuk selalu bersama-sama dan saling mendukung. Sementara itu, Yubi yang melihat kejadian itu dari kejauhan merasa iri dan kesal. Dia menyesali sikapnya yang sombong dan egois. Dia ingin kembali bersahabat dengan Sonny, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya.

Yubi: (berbicara dalam hati) Aku bodoh sekali. Aku telah menyia-nyiakan persahabatan yang begitu berharga. Aku telah menyakiti perasaan Sonny yang selalu baik padaku. Aku telah kehilangan teman-teman yang sebenarnya peduli padaku. Aku ingin meminta maaf padanya. Aku ingin kembali bersahabat dengan mereka. Tapi apa mereka masih mau menerimaku? Apa mereka masih mau memaafkanku?

Narrator: Yubi pun mengumpulkan keberaniannya dan berjalan mendekati Sonny dan teman-temannya. Dia meminta maaf dengan tulus dan mengakui kesalahannya. Sonny dan teman-temannya pun terkejut melihat Yubi datang dan meminta maaf.

Sonny: Yub, apa yang kamu lakukan di sini?

Yubi: Sonny, aku minta maaf padamu. Aku minta maaf atas semua perkataan dan perbuatan burukku padamu. Aku sadar aku telah bersikap sangat jahat dan tidak pantas sebagai sahabatmu. Aku menyesal sekali.

Sonny: Apa kamu benar-benar minta maaf? Apa kamu tidak bercanda?

Yubi: Aku serius Sonny. Aku benar-benar minta maaf dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku harap kamu bisa memaafkanku.

Sonny: Yub, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku senang kamu akhirnya menyadari kesalahanmu. Tapi aku juga masih sakit hati dengan perlakuanmu padaku.

Yubi: Aku mengerti Sonny. Aku tidak bisa memaksamu untuk memaafkanku sekarang juga. Tapi aku berharap kamu bisa memberiku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi sahabat yang baik lagi untukmu.

Sonny: Yub, aku akan berpikir dulu ya. Aku butuh waktu untuk mempertimbangkan hal ini.

Yubi: Baiklah Sonny. Aku akan menunggu jawabanmu. Terima kasih sudah mau mendengarkanku.

Narrator: Yubi pun pergi dengan perasaan haru dan lega. Dia berharap Sonny bisa memaafkannya dan kembali bersahabat dengannya. Sementara itu, Sonny pun bingung dengan permintaan maaf Yubi. Dia bercampur aduk antara marah, sedih, dan senang. Dia tidak tahu harus bagaimana dengan Yubi.

Sonny: (berbicara dalam hati) Aku bingung sekali. Apa yang harus aku lakukan dengan Yubi? Apa dia benar-benar menyesal? Apa dia benar-benar ingin kembali bersahabat denganku? Apa aku harus memaafkannya? Apa aku harus memberinya kesempatan kedua? Atau apa aku harus melupakannya saja?

Narrator: Sonny pun meminta pendapat teman-temannya tentang hal ini.

Sonny: Teman-teman, apa yang kalian pikirkan tentang permintaan maaf Yubi?

Tyas: Menurutku, kamu harus memaafkannya Sonny. Dia sudah berani mengakui kesalahannya dan minta maaf padamu dengan tulus. Itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Silvi: Betul itu Sonny. Kamu harus memaafkannya karena dia adalah sahabatmu sejak kecil. Kamu tidak boleh menyimpan dendam atau kebencian di hatimu.

Chika: Tapi kamu juga harus berhati-hati Sonny. Kamu tidak boleh mudah percaya begitu saja pada Yubi. Kamu harus melihat apakah dia benar-benar berubah atau tidak.

Tyas: Ya, itu juga benar Sonny. Kamu harus memberinya kesempatan untuk membuktikan dirinya bahwa dia bisa menjadi sahabat yang baik lagi untukmu.

Silvi: Jadi, keputusan ada di tanganmu Sonny. Kamu harus mengikuti kata hatimu sendiri.

Narrator: Sonny pun merenungkan nasihat teman-temannya. Dia menyadari bahwa mereka semua peduli padanya dan ingin yang terbaik untuknya.

Sonny: Terima kasih teman-teman atas nasihat kalian. Kalian semua adalah teman-teman yang sangat baik dan setia padaku. Aku sangat beruntung memiliki kalian di hidupku.

Tyas: Sama-sama Sonny. Kami juga sangat beruntung memiliki kamu sebagai teman kami.

Silvi: Kami akan selalu ada untukmu Sonny.

Chika: Kami akan selalu mendukungmu Sonny.

Narrator: Sonny pun tersenyum bahagia melihat teman-temannya yang begitu sayang padanya.

Sonny: Teman-teman, aku sudah memutuskan sesuatu.

Tyas: Apa itu Sonny?

Sonny: Aku akan memaafkan Yubi dan memberinya kesempatan kedua untuk menjadi sahabatku lagi.

Silvi: Benarkah itu Sonny?

Sonny: Ya, benar itu Silvi.

Chika: Kenapa kamu memutuskan begitu Sonny?

Sonny: Karena aku percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki dirinya sendiri. Karena aku percaya bahwa setiap orang bisa berubah menjadi lebih baik jika dia mau berusaha keras dan jujur pada dirinya sendiri. Karena aku percaya bahwa persahabatan adalah hal yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Tyas: Wah, kamu sangat bijaksana Sonny.

Silvi: Kamu sangat mulia Sonny.

Chika: Kamu sangat hebat Sonny.

Narrator: Mereka pun bertepuk tangan untuk Sonny yang telah membuat keputusan yang bijaksana.

Sonny: Terima kasih teman-teman atas dukungan kalian.

Tyas: Sama-sama Sonny.

Silvi: Jadi, kapan kamu akan memberitahu Yubi tentang keputusanmu itu?

Sonny: Segera mungkin Silvi.

Chika: Baguslah kalau begitu.

Narrator: Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke sekolah dengan gembira.

Tamat. b99f773239


Welcome to the group! You can connect with other members, ge...


bottom of page